Halaman

Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASTRONOMI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2015

Asteroid terbesar ini berpotensi jadi rumah baru manusia!


Asteroid terbesar ini berpotensi jadi rumah baru manusia!
Asteroid Ceres. © NASA
Merdeka.com - Di tata surya kita, terdapat sebuah asteroid yang diklaim sebagai yang terbesar hingga disebut sebagai planet kerdil. Nah, kini asteorid itu tertangkap kamera di sekitar Mars.
Ditemukan pada tahun 1801, asteroid 'Ceres' sampai saat ini masih dinobatkan sebagai asteroid terbesar di tata surya dengan diameter 950 kilometer! Ilmuwan juga menyatakan bila Ceres adalah planet kerdil yang letaknya paling dekat dengan matahari.
Penampakan Ceres terbaru berhasil diabadikan oleh pesawat luar angkasa tak berawak bernama Dawn pada tanggal 1 Desember lalu. Tetapi Anda jangan tertipu, sebab di foto tersebut Ceres hanya terlihat seperti titik putih kecil dengan lebar tak sampai 9 piksel.
Hal ini dikarenakan Dawn memotret Ceres dari jarak yang sangat jauh, yakni 1,2 juta kilometer di sekitar orbit planet tetangga bumi, Mars. NASA sebagai pemilik Dawn sangat tertarik untuk meneliti Ceres karena asteroid itu dianggap menyimpan rahasia dari asal usul bumi bahkan menjadi tempat untuk membangun koloni manusia.
"Sekarang, akhirnya, pesawat luar angkasa kami (Dawn) akan mengungkap dunia alien misterius itu (Ceres)," ujar pimpinan misi Dawn, Marc Rayman, Daily Mail (12/12).
Hal tersebut bermula saat ilmuwan NASA melihat air menyembur dari permukaan Ceres pada bulan Januari. Lontaran air dari Ceres pun sangat deras, menurut NASA kecepatan air yang keluar dari hingga 6 kilogram per detik.
Menurut pengamatan badan antariksa Eropa 'ESA' dengan teleskop Herschel, terdapat kemungkinan bila air yang keluar dari Ceres berasal dari sebuah sumber air panas atau geiser dan gunung vulkanik yang tertutup es. Oleh sebab itu, NASA percaya bila manusia bisa membangun peradaban di atas Ceres.

NASA temukan galaksi aneh yang masih 'perawan'


NASA temukan galaksi aneh yang masih 'perawan'
Galaksi IC 335. © NASA
Merdeka.com - Lewat teleskop luar angkasanya, Hubble, NASA berhasil menemukan sebuah galaksi baru yang berjarak 60 tahun cahaya dari bumi. Uniknya, galaksi itu hanya diisi oleh bintang-bintang 'uzur' saja.
Oleh NASA, galaksi tersebut diberi nama "IC 335" dan termasuk dalam sebuah kelompok galaksi yang terdiri atas 3 galaksi lain di daerah cluster Fornax, Daily Mail (26/12). NASA sendiri percaya bila galaksi IC 335 menyimpan rahasia dari pembentukan alam semesta.
Dugaan itu bermula setelah NASA mengetahui bila galaksi IC 335 termasuk galaksi jenis 'lentikular'. Galaksi lentikular adalah galaksi dengan bentuk unik, yaitu piringan bundar dengan sedikit bentuk spiral namun tidak mempunyai ujung atau 'lengan' yang memanjang seperti galaksi Bima Sakti.
Nah, sama seperti galaksi lentikular lainnya, IC 335 didominasi oleh bintang-bintang dengan umur tua. Selain itu, galaksi IC 335 juga termasuk jenis galaksi tua yang sangat lambat dalam berevolusi.
Bahkan, menurut pengamatan dan perhitungan NASA, IC 335 tidak pernah melakukan kontak dengan galaksi lain di alam semesta alias termasuk galaksi 'perawan'. Galaksi seperti ini sangat jarang ditemukan, sebab sebagian besar galaksi pernah berinteraksi dengan galaksi lain, bahkan di beberapa kasus tumbuh dengan memakan galaksi lain seperti yang dilakukan oleh galaksi kita.
Deretan fakta itulah yang akhirnya membuat IC 335 menjadi objek penelitian terbaik guna mencari tahu asal usul alam semesta. Galaksi yang sangat murni, tua, dan kemungkinan berisi sisa-sisa bukti pembentukan alam semesta.

Tiap 11 tahun sekali, matahari buat manusia cepat mati!


Tiap 11 tahun sekali, matahari buat manusia cepat mati!
Badai matahari. ©2012 Merdeka.com
Merdeka.com - Tanpa matahari manusia dipastikan tidak bisa hidup, namun ternyata aktivitas dari matahari baru-baru ini terbukti membuat manusia cepat menemui ajal. Bagaimana bisa?
Menurut penelitian dari ilmuwan Norwegia, setiap 11 tahun sekali matahari akan berada di puncak aktivitas hidupnya. Fenomena ini sering disebut 'solar maxima' oleh ilmuwan.
Saat itu, matahari akan mengeluarkan ledakan permukaan dan badai magnetik yang lebih kuat dibanding keadaan normal. Oleh sebab itu, radiasi yang menghempas bumi jauh lebih besar.
Imbasnya, bayi-bayi yang lahir pada tahun-tahun solar maxima diketahui mempunyai umur 5,2 tahun lebih pendek dari mereka yang dilahirkan di masa solar minimum kebalikan solar maxima.
Dari data penduduk Norwegia yang lahir di antara tahun 1676 sampai 1878, efek solar maxima tercatat berdampak lebih kuat pada wanita ketimbang pria.
"Aktivitas matahari saat kelahiran seorang bayi dapat mempengaruhi kesempatan hidup saat bayi itu beranjak dewasa," tulis ilmuwan Universitas Norwegia dalam jurnal Proceedings of the Royal Society BPhys Org. (06/01).
Menurunnya umur manusia yang lahir saat solar maxima terjadi akibat tingginya sinar radiasi ultraviolet. Radiasi matahari tinggi saat bayi lahir ternyata dapat merusak sel dan DNA di kemudian hari.
"Radiasi ultraviolet adalah sumber stres global yang berpotensi mengancam ekologi, dan level ultraviolet di masa depan diperkirakan akan terus bertambah akibat perubahan iklim dan menipisnya lapisan ozon," tulis Universitas Norwegia dalam laporan mereka.

NASA: Bumi kedua ditemukan 15 tahun lagi!


NASA: Bumi kedua ditemukan 15 tahun lagi!
Planet mirip bumi yang layak huni. © Solstation.com
Merdeka.com - Setelah menemukan 8 planet baru yang diduga bisa ditinggali manusia, NASA mengatakan bila dalam 15 tahun lagi manusia sudah bisa melihat planet kembaran 'identik' dari bumi.
Dengan menggunakan teleskop James Webb Space Telescope (JWST), NASA berharap bisa mempelajari evolusi alam semesta berikut sistem tata surya paling tua. Tidak berhenti di situ, teleskop JWST juga akan mencari planet-planet mirip bumi di luar tata surya kita.
"Kami berharap akan menemukan planet kembaran bumi dengan atmosfer yang mampu mempertahankan air di dalamnya. Saya berpikir bila penemuan itu akan terjadi sekitar 15 tahun dari sekarang," ungkap Dr. John Mather, salah satu fisikawan NASA, Daily Mail (08/01).
Sayangnya, meskipun manusia bisa melihat kembaran bumi dalam beberapa tahun lagi, untuk sampai tiba di sana bukan perkara yang mudah bahkan hampir mustahil. Ilmuwan dinyatakan harus bisa menemukan teknologi roket yang mampu mematahkan teori relativitas Albert Einstein.
Menurut Einstein, tidak ada benda yang mampu berpindah dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya. Padahal untuk bisa mencapai planet-planet di luar tata surya kita dibutuhkan kecepatan melebihi cahaya agar manusia bisa selamat dan terhindar dari faktor pembunuh seperti radiasi.
"Kita (manusia) sangat rapuh. Kita tidak akan bisa melakukan perjalanan antariksa dalam waktu lama bila tidak mendapat bantuan," tambah Dr. Mather.
Namun, harapan NASA tidak pupus sampai di sini. Sebab, Dr. Mather yakin di masa depan robot dan kecerdasan buatan mampu membantu manusia mencari cara untuk sampai ke planet kembaran bumi itu.
"Jika robot nantinya cukup pintar, maka mereka bisa mengatakan pada kita apa yang harus dilakukan oleh manusia untuk sampai ke planet kembaran bumi. Sama halnya dengan yang terjadi di film fiksi ilmiah tahun 2001, A Space Odyssey," jelas pria yang juga menjabat sebagai ilmuwan senior di proyek teleskop JWST itu.

Mengungkap misteri 'cincin' 2 kilometer di Antartika


Mengungkap misteri 'cincin' 2 kilometer di Antartika
Cincin misterius di Antartika. © Tobias Binder
Merdeka.com - Antartika adalah salah satu tempat di bumi yang paling jarang dikunjungi oleh manusia. Menariknya, kunjungan sebuah pesawat beberapa waktu lalu menimbulkan pertanyaan besar, saat sebuah cincin misterius terlihat di benua beku tersebut.
Ilmuwan Jerman yang tengah melakukan penerbangan rutin melaporkan telah melihat sebuah lapisan es yang rusak dan membentuk 'cincin' hingga diameter 2 kilometer! Lokasi cincin itu berada di sekitar lapisan es King Baudoin di daerah Antartika bagian timur, Daily Mail (12/01).
Guna mengungkap misteri cincin tersebut, ilmuwan mengobrak-abrik data laporan kejadian aneh di sekitar Antartika beberapa tahun ke belakang. Hasilnya, terdapat dua buah penelitian yang mengungkap peristiwa antariksa aneh, yang pertama adalah munculnya suara infrasonik secara beruntun tanggal 2 September 2004.
Suara yang tidak mampu didengar oleh telinga manusia itu juga terdeteksi di 6 alat pendeteksi lain di seluruh dunia. Semua detektor mengarahkan bila sumber suara infrasonik itu berada di timur Antartika.
Sementara, penelitian kedua yang dilakukan di Davis Station, Australia, mengatakan bila sekitar tanggal 2 September 2004 mereka melihat bekas lintasan debu di langit.
Dari dua penelitian tersebut, Dr. Christian Muller, menyimpulkan bila sebuah meteorit (meteor yang mampu menembus atmosfer bumi) lah yang menyebabkan munculnya cincin Antartika. Dr. Muller yang juga penemu pertama cincin Antartika yakin bila meteorit itu sebesar rumah dengan panjang 7-10 meter.
"Saya belum pernah melihat sesuatu seperti itu (cincin Antartika) sebelumnya. Pemikiran pertama ku adalah cincin itu muncul akibat hantaman sesuatu dari angkasa, misalnya sebuah meteorit," ujar Dr. Muller.
Ternyata, saat ilmuwan kembali melihat lokasi cincin Antartika itu, mereka melihat beberapa bekas berupa lubang berbentuk lingkaran di sekitar cincin.
Dengan melihat bekas hantaman yang tersebar, ilmuwan Australia memprediksi bila saat itu meteorit sebesar rumah melaju dengan kecepatan 29.080 mil per jam dan meledak dengan kekuatan 12.000 ton bom TNT. Ledakan sekuat itulah yang akhirnya menyebabkan pola cincin aneh di Antartika.

Sesosok bayangan manusia tertangkap kamera di Mars!


Sesosok bayangan manusia tertangkap kamera di Mars!
'Curiosity Rover' dan bayangan astronot di Mars. © NASA
Merdeka.com - Di planet tetangga kita, Mars, ilmuwan NASA tengah melakukan penelitian dengan hanya menggunakan kendaraan yang disebut 'Curiosity Rover'. Hingga saat ini belum ada manusia yang bisa dikirim ke Mars akibat keterbatasan teknologi.
Namun, hal itu kini seakan terbantahkan setelah sebuah foto yang diunggah oleh NASA memperlihatkan sebuah bayangan manusia lengkap dengan baju astronot di dekat Curiosity Rover. Bagaimana mungkin?
Tak pelak, foto hasil jepretan Curiosity Rover yang memperlihatkan bayangan astronot di Mars itu memicu reaksi dari pakar antariksa UFO Sightings Daily. Mereka mengatakan ini adalah awal terungkapnya konspirasi yang menyatakan hanya manusia lah satu-satunya makhluk hidup di alam semesta.
Mengingat manusia belum bisa melakukan perjalanan sampai ke Mars, muncul teori yang menyatakan bila foto bayangan itu adalah bukti bila kehidupan asli di Mars benar-benar ada, Daily Mail (25/01).
Bayangan mirip astronot itu terlihat sangat jelas. Bahkan tabung oksigen di bagian baju belakangnya terlihat mirip dengan aslinya. Seakan-akan sosok bayangan itu sedang memperbaiki Curiosity Rover.
Di sisi lain, ada ilmuwan yang justru berpendapat jika selama ini Curiosity Rover ada di bumi dan tidak pernah mendarat di Mars. Lalu, ilmuwan NASA lah yang membuatnya seolah-olah sedang melakukan penelitian di daerah bumi yang mirip Mars.
Namun, Nigel Watson, penulis dari buku UFO Investigation mengatakan bila bayangan astronot itu hanyalah imajinasi otak manusia saja dan tidak ada manusia atau alien yang hidup di Mars.
"Foto tersebut hanya menggarisbawahi bila ada sosok yang bersembunyi dalam bayangan dan bermain dengan imajinasi kita," jelas Nigel.
Lalu, pendapat siapa yang benar? NASA sendiri belum mengonfirmasi terkait keberadaan bayangan astronot Mars tersebut.

Ilmuwan: Kiamat sudah dimulai!



Ilmuwan: Kiamat sudah dimulai!
Ilustrasi kiamat. © Listverse.com
Merdeka.com - Tidak ada manusia yang bisa memprediksi kapan hari kiamat akan terjadi. Namun, menurut tim ilmuwan dari Munich, Jerman, proses kiamat bisa jadi sudah dimulai. Bagaimana bisa?
Tim ilmuwan fisika bernama 'Kurzgesagt' tersebut mengatakan bila tiga skenario besar kiamat sudah dimulai, dan alam semesta kini diklaim sudah memasuki tahap awalnya.
Ketiga skenario kiamat tersebut menurut fisikawan Kurzgesagt adalah 'big rip', 'big crunch', atau 'big freeze', Daily Mail (03/02). Salah satu skenario kiamat itu dikatakan bakal terjadi pada jagad raya.
1. Big Rip
Menurut skenario 'big rip', alam semesta akan terus tumbuh dan semakin cepat tiap harinya. Dr. Mat Pier dari Universitas Portmouth mengatakan bila dalam kurun waktu 5 miliar tahun terakhir, alam semesta mulai tumbuh dengan sangat cepat akibat kemunculan energi misterius yang disebut 'dark energi'.
Lama kelamaan alam semesta diprediksi akan tumbuh tak terkendali dengan kecepatan setara kecepatan cahaya. Imbasnya, galaksi, bintang, hingga planet seakan tercabik-cabik hingga musnah tak tersisa.
2. Big Crunch
Sementara itu, pada skenario kedua atau 'big crunch', gravitasi dikatakan berubah menjadi sumber kekuatan terbesar di alam semesta. Akibat meningkatnya kekuatan gravitasi, pertumbuhan alam semesta akan berhenti.
Setelah itu alam semesta berhenti tumbuh dan cenderung mengecil. Dampak 'big crunch' pun besar, galaksi-galaksi dan planet-planet dipercaya bakal saling bertabrakan. Tanda dimulainya kiamat.
Meskipun kebalikan dari 'big rip', terdapat indikasi awal kiamat 'big crunch' sudah dimulai. Salah satu buktinya adalah mendekatnya galaksi Andromeda ke galaksi Bima Sakti karena gaya gravitasi antar galaksi yang meningkat.
3. Big Freeze
Skenario kiamat terakhir, sekaligus yang paling mematikan adalah 'big freeze'. Saat alam semesta sedang tumbuh, benda-benda di dalamnya mulai menua, hancur, dan berubah menjadi energi atau radiasi, contohnya hancurnya sebuah bintang.
Apabila bintang di alam semesta mulai hancur, termasuk matahari, manusia tinggal menunggu apakah bumi akan membeku akibat kehilangan matahari atau terbakar akibat ledakan radiasi yang dihasilkan oleh ledakan bintang raksasa lain yang jumlahnya miliaran di alam semesta.
Skenario kiamat ini pun sudah dimulai. Hal ini terlihat dari umur matahari yang semakin menua dan kehabisan energi utamanya, hidrogen.

Dua lubang hitam akan tabrakan, berpotensi hancurkan galaksi


Dua lubang hitam akan tabrakan, berpotensi hancurkan galaksi
Ilustrasi dua lubang hitam. © Wikipedia
Merdeka.com - Ilmuwan antariksa asal California Institute of Technology (Caltech) menemukan dua buah lubang hitam alias black hole yang diperkirakan akan segera bertabrakan. Nah, tabrakan itu dipercaya akan sangat dahsyat dan menyebabkan hancurnya galaksi.
Untungnya galaksi yang akan hancur itu bukanlah galaksi Bima Sakti, melainkan galaksi bernama PG 1302-102. Ya, dua galaksi itu mendiami galaksi yang berada cukup jauh dari bumi dengan jarak 3,5 miliar tahun cahaya dari bumi, tepatnya di konstelasi bintang Virgo.
Apabila kedua lubang hitam itu akhirnya bertabrakan, akan ada energi sebesar 100 miliar ledakan bintang yang dihasilkan. Dampaknya, galaksi PG 1302-102 diprediksi akan hancur.
Bahkan, tabrakan tersebut akan menghasilkan sebuah tornado luar angkasa yang dapat mendorong bintang di sekitarnya menjauh dan mengalami perubahan orbit.
Dr. S. George Djorgovski dari Caltech mengatakan bila tabrakan fase akhir antar dua lubang hitam itu masih akan terjadi sekitar satu miliar tahun lagi, New York Times (08/01). Mengingat saat ini jarak keduanya masih sekitar satu satu tahun cahaya.
Mungkin satu miliar tahun memang waktu yang sangat lama bagi manusia, tetapi bagi benda-benda luar angkasa waktu seribu juta tahun bagaikan kedipan mata saja.

Ilmuwan temukan tanda dua planet misterius di belakang Pluto


Ilmuwan temukan tanda dua planet misterius di belakang Pluto
Ilustrasi dua planet baru di tata surya. © Solstation.com
Merdeka.com - Sejak tahun 2006 silam, Pluto telah kehilangan gelarnya sebagai planet di dalam tata surya kita. Mengingat tidak ada planet lain yang lebih jauh di tata surya selain Pluto, maka ilmuwan dunia memutuskan tata surya kita hanya mempunyai 8 planet saja. Neptunus pun diplot sebagai planet terluar.
Namun, hal itu sepertinya bakal berubah. Usut punya usut, ahli astronomi dari Universitas Cambridge dan Madrid telah menemukan tanda dari planet lain di luar Pluto.
Semua itu berawal saat ilmuwan mengetahui pola gerakan aneh pada planet-planet kerdil di sekitar Pluto yang biasa disebut 'ETNO'. Lintasan planet ETNO baru-baru ini diketahui mempunyai kecenderungan untuk berubah-ubah, layaknya terkena gaya gravitasi sebuah planet besar.
"Dari perubahan orbit (lintasan) planet ETNO yang tidak diperkirakan sebelumnya itu membuat kami yakin ada dorongan dari benda langit lain. Dorongan itu juga mengubah susunan planet ETNO," ujar Carlos de la Fuente Marcos, ahli astronomi dari Universitas Madrid, Daily Mail (15/01).
Dr. Marcos pun menduga sumber dorongan dahsyat itu berasal dari planet misterius. Bahkan, dia mengatakan bila setidaknya ada lebih dari satu planet misterius yang mampu menyebabkan planet-planet kerdil ETNO berubah lintasannya.
"Jumlah pastinya belum pasti mengingat data masih terbatas, namun perhitungan kami menunjukkan setidaknya ada dua planet baru bahkan lebih di tata surya kita," tambah Dr. Marcos.
Sebelumnya, ilmuwan memang mempunyai teori bila tidak ada planet yang mampu mempunyai lintasan melingkar di luar planet Neptunus. Lintasan melingkar dikenal sebagai salah satu tanda bahwa planet tersebut mengelilingi matahari dan menjadi bagian tata surya kita.
Akan tetapi, kemudian ditemukanlah Pluto yang berhasil membantah teori itu. Meski akhirnya Pluto sendiri dinyatakan tidak memenuhi 'syarat' sebuah planet karena ukurannya terlalu kecil.
Nah, bila prediksi ilmuwan akan adanya dua planet lain yang berada dalam tata surya kita benar, sekali lagi teori tersebut akan terbantahkan. Selain itu, penemuan itu juga akan merubah susunan planet yang ada di tata surya saat ini, bukan lagi 8 planet namun 10 planet.
Dampaknnya tentu besar, tetapi yang pertama terlihat adalah revisi buku sains pelajar di seluruh dunia.

Penampakan langka! Asteroid yang baru lintasi Bumi punya bulan mini


Penampakan langka! Asteroid yang baru lintasi Bumi punya bulan mini
Penampakan bulan mini asteroid 2004 BL86. © YouTube
Merdeka.com - Kemarin (26/01), sebuah asteroid raksasa bernama '2004 BL86' melintas di dekat bumi. Dari pengamatan NASA terkuak sebuah hal yang sangat langka sekaligus menakjubkan, asteroid itu ternyata mempunyai bulan sendiri!
Berdasarkan pengamatan dari antena Deep Space Network (DSN) milik NASA di daerah California, asteroid sepanjang 335 meter tersebut ternyata mempunyai sebuah benda langit lain yang mengitarinya, seperti bulan yang mengitari Bumi.
Ukuran dari bulan asteroid 2004 BL86 cukup mini, yakni hanya 70 meter atau lebih kecil dari lapangan sepakbola.
Tak pelak, keberadaan bulan kecil itu membuat asteroid 2004 BL86 tergolong sebagai asteroid langka yang jumlahnya diperkirakan hanya 16 persen dari seluruh asteroid yang ada di alam semesta, Slash Gear (26/01).
Dengan gaya gravitasi yang sangat kecil, memang hampir mustahil bagi sebuah asteroid untuk dapat menarik benda langit lain untuk menjadi bulannya.
Namun, dari hasil pengamatan 20 radar DSN NASA, terlihat bila baik asteroid 2004 BL86 dan satelitnya bergerak dengan harmonis. Posisi dari bulan mini itu agak sedikit ke bawah, tetapi tetap cukup dekat dengan asteroid 2004 BL86.

Planet ini punya cincin 200 kali lebih besar dari milik Saturnus!


Planet ini punya cincin 200 kali lebih besar dari milik Saturnus!
Planet dengan cincin terbesar di alam semesta. © Ron Miller
Merdeka.com - Saturnus adalah planet ke-6 di tata surya kita yang mempunyai 'fitur' unik yang tidak dimiliki oleh planet lain, yakni cincin. Tetapi, kini ilmuwan menemukan sebuah benda luar angkasa dengan cincin jauh lebih besar dari Saturnus.
Benda angkasa tersebut adalah sebuah planet bernama J1407b yang mengitari bintang muda berumur 16 juta tahun, J1407. Planet tersebut diperkirakan berukuran 40 kali planet Jupiter dan berjarak 420 tahun cahaya dari bumi.
Yang spektakuler, cincin dari planet J1407b memiliki diameter yang membentang hingga 120 juta kilometer. Jika dibandingkan dengan cincin Saturnus, maka ukuran cincin J1407b bisa 200 kali lebih besar!
Cincin J1407b sendiri terdiri dari debu luar angkasa yang membentuk total 30 lapisan cincin kecil. Apabila seluruh debu tersebut disatukan, maka dapat terbentuk sebuah planet dengan berat yang sama dengan bumi, yakni sekitar 6,5 miliar triliun ton!
Planet J1407b dan cincinnya itu pertama kali ditemukan tahun 2012 silam oleh Pusat Observasi Leiden di Belanda dan Universitas Rochester di New York. Namun, baru di awal tahun ini cincin J1407b dapat dipetakan.
"Bintang J1407 terlalu jauh untuk diobservasi secara teliti, namun kami bisa membuat model cincin J1407b dengan melihat perbedaan cahaya yang melewati lapisan cincin-cincin itu," ujar Profesor Matthew Kenworthy dari Pusat Observasi Leiden, Daily Mail (26/01).
Lebih lanjut, Profesor Kenworthy juga mengatakan bila cincin dari planet J1407b 'dipinjamkan' ke Saturnus, maka manusia di bumi bisa melihatnya dengan jelas melebihi ukuran bulan purnama.
Akan tetapi, ahli astronomi memprediksi bila cincin planet J1407b akan semakin menipis dalam beberapa juta tahun mendatang sebelum akhirnya lenyap dan membentuk 'bulan' untuk planet tersebut, Phys.org (26/01).

Bola-bola kuning misterius muncul di galaksi Bima Sakti


Bola-bola kuning misterius muncul di galaksi Bima Sakti
Bola-bola kuning misterius di galaksi Bima Sakti. © NASA/Caltech
Merdeka.com - Penemuan-penemuan astronomi atau yang berkaitan dengan luar angkasa memang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk ilmuwan-ilmuwan amatir di NASA ini.
Secara mengejutkan, para sukarelawan yang bekerja di NASA menemukan bola-bola kuning misterius saat melakukan pemindaian foto galaksi Bima Sakti menggunakan teleskop luar angkasa Spitzer.
Setelah dikaji lebih lanjur oleh pakar astronomi senior NASA, bola-bola kuning itu adalah kumpulan gas yang tengah membentuk sebuah bintang raksasa. Ya, meskipun di gambar bola-bola kuning itu nampak kecil, sejatinya ukurannya ratusan kali lebih besar dari tata surya kita!
"Berkat penemuan para sukarelawan, kami menganalisa bola-bola misterius itu dan mengetahui bila mereka adalah sebuah tanda awal pembentukan sebuah formasi bintang raksasa," ujar Charles Kerton, ilmuwan dari Universitas Iowa.
Berdasarkan penelitian lanjutan, terkuak bila bola-bola kuning itu adalah bagian yang hilang atau 'missing link' dari proses pembentukan sebuah bintang.
Jika diibaratkan, bola-bola kuning itu seperti bayi dalam kandungan dan masa 'kelahiran' adalah saat di mana bola-bola kuning itu berubah menjadi bintang baru.
"Bola-bola kuning itu adalah bagian yang hilang di antara masa embrio bintang dan bintang baru yang melepaskan gelembung energi ke sekitarnya," tambah Kerton, Daily Mail (27/01).

Mengapa manusia belum bisa bertemu alien? Ini alasannya!


Mengapa manusia belum bisa bertemu alien? Ini alasannya!
Alien. ©2014 Merdeka.com
Merdeka.com - Mungkin sudah ratusan tahun manusia mencari-cari tanda-tanda kehidupan yang berasal dari luar bumi alias alien. Namun hingga kini sosok alien belum benar-benar bisa ditemukan oleh manusia. Ke mana mereka?
Fisikawan asal Israel, Profesor Tsvi Piran mengatakan bila salah satu penyebab mengapa manusia belum bisa bertemu dengan alien adalah karena mereka sudah mati. Kematian dari alien-alien itu diklaim diakibatkan oleh sinar gamma.
Ya, sinar gamma adalah sinar radioaktif berbahaya yang di film 'Incredible Hulk' dapat merubah sosok Bruce Banner sebagai monster raksasa bernama Hulk.
Tetapi dalam kasus ini, sinar gamma yang ada di luar angkasa jauh lebih kuat dan menyebabkan kematian massal dari makhluk hidup di sebuah planet dalam sekejap.
Sinar gamma dalam intensitas besar sering kali dihasilkan oleh ledakan sebuah bintang atau supernova. Semburan sinar gamma tersebut dapat membuat atmosfer sebuah planet hilang, dan secara otomatis membakar apa saja yang ada di dalamnya.
Profesor Piran mengatakan bila semburan sinar gamma dapat menghambat dan menghentikan pertumbuhan kehidupan di 90 persen bagian galaksi Bima Sakti. Bahkan, saking banyaknya supernova yang ada di sekitar inti galaksi Bima Sakti, kemungkinan adanya alien di daerah tersebut hampir nol persen.
"Kami menemukan bila kemungkinan semburan sinar gamma yang mematikan jauh lebih besar dan kuat di dekat inti Bima Sakti. Dan membuat daerah itu tidak bisa ditinggali," ujar Profesor Piran, Daily Mail (30/01).
Lebih lanjut, Profesor Piran mengungkapkan kehidupan baru bisa ditemukan pada jarak 32 tahun cahaya dari inti galaksi atau daerah pinggiran galaksi saja. Itu pun kemungkinannya hanya 50 persen.

Gawat! Galaksi raksasa ini sedang melaju kencang ke arah Bumi!


Gawat! Galaksi raksasa ini sedang melaju kencang ke arah Bumi!
Andromeda. © Mashable.com
Merdeka.com - Galaksi Andromeda, adalah salah satu galaksi yang berada cukup dekat dengan galaksi Bima Sakti, tempat manusia berada. Celakanya, ilmuwan menyatakan bila galaksi Andromeda tengah melaju mendekati Bumi.
Dikutip dari Phys.org (04/02), galaksi Andromeda saat ini sedang meluncur ke arah Bumi dengan kecepatan 110 kilometer per detik.
Hal ini tentu saja sangat berbahaya, terlebih ukuran galaksi Andromeda adalah dua kali galaksi Bima Sakti. Tabrakan antara Andromeda dan Bima Sakti bisa dipastikan menjadi kiamat bagi umat manusia.
Untungnya, tabrakan antara Andromeda dan Bima Sakti masih akan terjadi jauh di masa depan, sekitar beberapa miliar tahun lagi. Mengingat saat ini Andromeda masih berjarak 2,5 juta tahun cahaya dari Bumi.
Mengapa Andromeda bisa melaju ke arah bumi?
Jawabannya adalah akibat gaya gravitasi dari Andromeda dan Bima Sakti yang menciptakan 'aksi' saling tarik menarik antara keduanya.
Yang mengejutkan, sejatinya galaksi Andromeda bisa mendekat ke Bumi lebih cepat lagi bila alam semesta tidak terus 'tumbuh'. Ya, berdasarkan penelitian Edwin Hubble di tahun 1929, semakin jauh letak sebuah galaksi dari Bumi, maka akan semakin cepat galaksi tersebut menjauhi Bumi akibat pertumbuhan alam semesta. Hal yang sama juga berlalu pada galaksi Andromeda.
Akan tetapi, akibat ukuran Andromeda dan Bima Sakti yang sangat masif, keduanya mampu menciptakan gaya gravitasi yang sangat besar, cukup untuk membuat keduanya mendekat sebelum akhirnya bertabrakan.

Ilmuwan gagal ungkap misteri 'Tangan Tuhan' yang coba makan bintang


Ilmuwan gagal ungkap misteri 'Tangan Tuhan' yang coba makan bintang
Tangan Tuhan di luar angkasa. © ESO
Merdeka.com - Beberapa waktu lalu, teleskop di Chile berhasil menangkap sebuah pemandangan menakjubkan sebuah benda langit raksasa berbentuk sebuah tangan. Tak pelak, ilmuwan langsung mencoba menguak misteri objek yang kerap disebut 'Tangan Tuhan' itu.
'Tangan Tuhan' tersebut terletak sekitar 1.300 taun cahaya dari Bumi, dan mempunyai nama resmi Cometary Globule 4 (CG4).
Teori awal menyebutkan bila CG4 adalah awan luar angkasa bergerak yang muncul dari sisa bintang yang baru saja meledak atau mengalami tahap 'supernova'. Setelah meledak, inti bintang akan membentuk awan dengan ukuran raksasa.
Awan 'Tangan Tuhan' CG4 misalnya, mempunyai panjang total hingga 1,5 tahun cahaya. Jarak sejauh itu sama dengan 15 triliun kilometer lebih!
Namun, satu misteri masih belum bisa diungkap oleh ilmuwan, yakni bagaimana awan sisa supernova CG4 bisa mempunyai bentuk berbeda dengan awan sisa ledakan bintang lain. Menurut ilmuwan, seharusnya awan 'supernova' memiliki bentuk bola, tidak menyerupai tangan seperti CG4.
Satu yang diketahui oleh ilmuwan adalah awan tersebut berputar dengan sangat cepat, hampir 7 kali dalam satu detik sembari melontarkan material luar angkasa, gas, dan radiasi ke berbagai arah.
Dikutip dari Daily Mail (11/02), para ahli astronomi mengatakan bila kemungkinan besar awan CG4 dapat membentuk 'Tangan Tuhan' akibat hempasan dahsyat angin luar angkasa yang dihasilkan oleh ledakan bintang lain. Tetapi, sekali lagi, teori ini belum bisa dipastikan 100 persen kebenarannya.
Menariknya, sisa awan 'Tangan Tuhan' itu diklaim dapat melahirkan beberapa bintang kecil lain. Meskipun dalam gambar yang didapat oleh teleskop Chile justru menunjukkan sebaliknya, awan 'Tangan Tuhan' itu seakan-akan siap memakan bintang di dekatnya.

5 Rahasia besar planet Merkurius yang wajib diketahui manusia


5 Rahasia besar planet Merkurius yang wajib diketahui manusia
Ilustrasi planet Merkurius. ©2014 Wikipedia
Merdeka.com - Merkurius adalah planet nomor satu di tata surya mengingat posisinya paling dekat dengan matahari. Namun, planet mungil ini jarang mendapat perhatian publik karena dianggap tidak punya apa-apa.
Padahal ada banyak rahasia dari planet Merkurius yang tidak hanya berguna bagi umat manusia, tetapi juga membantu kita memahami lebih dalam tentang tatanan alam semesta.
Menurut Phys.org, setidaknya 5 rahasia dari planet Merkurius yang wajib diketahui oleh setiap manusia di bumi.